Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Share it

Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Sensasi Aneh Ditubuh Kita

Berbagai sensasi unik sering kita rasakan, seperti ketularan menguap, merinding waktu menyusuri gang yang gelap sendirian, atau pipi menjadi merah karena malu. Apa sebenarnya yang terjadi di tubuh kita, sampai muncul sensasi-sensasi itu? penjelasan yang dikutip dari berbagai sumber ini, semoga bisa memupus rasa penasaran anda.

Alam Mimpi

Asyiknya berdansa berada Johnny Depp, atau serunya berkelahi melawan preman, mengemudikan pesawat di saat darurat, tetap saja tidak mengusik raga kita yang meringkuk di kasur. Pasalnya, semua itu hanya mimpi. Kala Anda memasuki fase tidur REM, di mana mimpi sering terjadi, otak membalik saklar biokimia, sehingga tubuh menghalangi kemampuan otak untuk memerintahkan otot-otot bergerak. Kalau saklar itu tidak membalik, justru bisa celaka karena kita akan tertawa-tawa, berjalan-jalan, atau malah keluar rumah menuntun sepeda sambil tidur.

Airmata

Dari semua spesies di bumi ini, menurut para ahli, hanya manusia yang menangis untuk alasan emosional. Dengan menangis, kita akan merasa lebih baik atau lebih tenang saat sedang marah maupun terlalu gembira. Airmata duka atau bahagia berperan dalam menyampaikan perasaan kita kepada orang lain atau mendapatkan simpati dari orang lain. Koneksi itu membuat kita merasa terlindungi dan terdukung, juga membantu kita dalam membangun hubungan yang lebih erat dan kuat.

Cegukan

Entah dari mana datangnya, cegukan selalu tiba-tiba datangnya dan sulit dihentikan. Kontraksi di area diafragma menyebabkan pity soars mendadak menutup dap melahirkan bunyi "hik!" Yang bisa memicu cegukan di antaranya makan banyak, konsumsi alkohol atau minuman bersoda, stres, serta kegembiraan yang tiba-tiba. Untung cegukan biasanya hanya berlangsung sebentar, meski Guinness Book of World Records mencatat, cegukan terlama dialami Charles Osborne, yakni sekitar 68 tahun. "Hiiikk!"


Deja Vu



Perasaan aneh ini mungkin kerap Anda alami, serasa pernah bertemu seseorang yang baru ditemui, berada di suatu tempat, atau melakukan sesuatu yang sama sebelumnya, meski barangkali Anda belum pernah mengalaminya. Sensasi ini sulit dipelajari karena terjadi secara acak, tanpa tanda-tanda, dan biasanya hanya berlangsung 10-30 detik. Sejumlah teori mengaitkan ini dengan suatu bagian di otak yang memproses memori jangka panjang. Terjadinya penundaan koneksi antara memori dan pengenalan objek atau kejadian bisa menjelaskan tentang deja vu.

Otak Beku

Mengecap sesendok es krim atau menyeruput minuman dingin, terutama di hari papas, sungguh menyenangkan. Namun, di kepala bisa muncul sensasi nyeri seperti dipukul palu dan otak terasa beku. Syukurlah sensasi itu akan pergi dalam sekejap. Otak beku terjadi jika sesuatu yang sangat dingin menyentuh langit-langit mulut, menyebabkan pembuluh darah di tempat itu sontak mengerut. Bila darah hangat mulai mengalir ke sang lagi, pembuluh darah akan melebar, membuat reseptor bisa mengirim sinyal nyeri ke otak. Pesan itu melewati saraf yang bertanggung jawab pada rasa di wajah, sehingga otak berpikir nyeri itu berasal dari dahi. Itu sebabnya sensasi sakit kepala terasa sekali di dahi.

Menggelitik Diri Sendiri

Geli ah, kalau digelitiki. Coba jari-jemari Anda sendiri yang mengulik ketiak atau pinggang, dijamin tubuh Anda tak bereaksi sedikit pun. Mustahil menggelitik tubuh sendiri sampai meliuk-liuk kegelian karena jari jari kita tak mampu mengelabui otak kita. Cerebellum, bagian di otak yang bertugas memantau gerakan, bisa membedakan antara sensasi yang diharapkan dan tidak diharapkan. otak sudah memasang antisipasi atas aksi jari-jari tangan dan bilang kepada tubuh untuk cuek saja.

Bau Badan

Setiap mamalia memiliki aroma tubuh yang unik, yang ditentukan oleh faktor genetik. Itu artinya di dunia ini tak orang lain yang bau badannya sama seperti BB Anda, kecuaii Anda kembar identik. Pola makan jugs ikut memengaruhi bau bagan, tetapi tidak bisa benarbenar mengubahnya dari keaslian bau khas Anda.

Bau Kaki

Satu kaki kita saja punya lebih dari 250 ribu kelenjar keringat, yang memproduksi hampir satu galon keringat per minggu. Bila kita berkeringat, otomatis akan menarik bakteri di kulit. Bakteri-bakteri itu akan berpesta menyantap keringat dan muncullah bau tak sedap. Eit, jangan kemudian menyalahkan bakteri. Bau kaki itu karena sepatu dan kaus kaki. Kalau kaki selalu tertutup, bau tak bisa menguap. Jadi, tidak salah kalau kaki menguarkan bau tak sedap.

Merinding

Di tengah udara dingin, atau bila kits berada di ruang bawah tanah yang pengap, bekas penjara zaman Jepang pins, hiiiii, pasti berdiri si bulu roma. Merinding disebabkan oleh hormon stres adrenalin yang dilepaskan saat kita dingin atau takut. Adrenalin mendorong otot-otot kecil yang melekat pads rambut, sehingga meregang. Merinding sejatinya merupakan mekanisme pertahanan pads saat nenek moyang kita masih memiliki banyak rambut di tubuh. Berdirinya rambut itu membantu nenek moyang tetap merasa hangat, dan juga tampak mengerikan jika bertemu musuh.

Rona Merah di pipi

Ketika merasa malu, grogi, canggung, bisa muncul semburat kemerahan di pipi Anda. Itu karena adrenalin di tubuh Anda secara otomatis memacu papas dap detak jantung, lalu mengirim lebih banyak darah ke wajah, jadilah pipi memerah. Menurut studi, semu merah itu membantu menguatkan ikatan sosial dan meningkatkan empati orang lain terhadap Anda.

Menguap

Mungkin Anda pernah ketularan menguap ; beberapa saat setelah teman kantor di sebelah Anda menguap? Menguap ternyata sudah mulai dilakukan sejak manusia ada dalam kandungan. Sebuah riset menjumpai, ada janin usia 11 minggu yang menguap. Namun, para ahli tidak tahu persis mengapa menguap bisa menular. Ada yang menduga ini merupakan tanda empati dan membantu memelihara ikatan antarmanusia.

Telinga berdenging

Setelah melihat konser musik rock, telinga terasa berdenging. Itu bisa menjadi tanda tinitus atau kerusakan telinga bagian dalam. Telinga kita mengandung bulu-bulu halus yang bergerak dan tergantung pada tekanan gelombang suara yang mengalun melaluinya. Gerakan tersebut memicu saraf auditori untuk mengirim sinyal ke otak, yang menerjemahkan sinyal itu sebagai suara. Bila bulu-bulu itu rusak, akan sinyal yang terkirim ke otak menjadi kacau. Akibatnya otak menerimanya sebagai suara berdenging.

Kaki kram



Bagi yang pernah mengalami kram di kaki, wah betapa menyakitkan. Rasanya seperti otot-otot diikat membentuk simpul-simpul ketat atau serasa diperas. Penyebab kram paling umum adalah dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Mineral natrium, kalium, dan kalsium berperan dalam menggerakkan otot-otot. Jika ada dari mineral tersebut yang kurang atau berlebihan, atau dehidrasi, gerakan otot jadi terganggu, dan terjadilah kram.
READ MORE - Sensasi Aneh Ditubuh Kita

Penyakit Keturunan, Penyakit Warisan Orang Tua

FAKTOR kesehatan seseorang tidak hanya ditentukan oleh gaya hidup, pola makan dan virus, seperti pada umumnya. Riwayat keluarga ternyata mempengaruhi faktor kesehatan seseorang.

Sejarah kesehatan sebuah keluarga memiliki peranan penting dalam kondisi kesehatan seseorang. Terdapat memang penyakit yang murni disebabkan karena silsilah keluarga, tetapi ada juga yang merupakan kombinasi akibat buruknya pola makan, gaya hidup dan silsilah kesehatan keluarga.

Berikut ini beberapa penyakit beserta persentase tingkat risiko yang mengkin bisa diturunkan terkait riwayat yang dimiliki oleh anggota keluarga :

1. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama).

Risiko diturunkan: Menurut para ahli, jika salah satu orang tua Anda memiliki tekanan darah tinggi, risiko Anda mendapatkan penyakit ini sebesar 15 persen atau bahkan lebih tinggi.

2. Kolesterol tinggi
Dalam keluarga yang sama, kadang para anggotanya memiliki tingkat kadar kolesterol tinggi. keadaaan ini dalam ilmu kedokteran disebut Familial Hypercholesterolaemia (FH). FH disebabkan oleh perubahan gen dimana lemak tidak dimetabolisme dengan baik dalam darah dan menumpuk di arteri.

Risiko diturunkan: Dr Nigel Capps, dari Inggris mengatakan, jika salah satu orang tua Anda memiliki hiperkolesterolemia familial, maka Anda memiliki risiko 50 persen mendapatkan penyakit tersebut.

3. Diabetes tipe 2

Umumnya gejala awal diabetes tipe 2 tidak dapat dideteksi. Risiko mengidap diabetes cukup tinggi jika keluarga, orang tua atau saudara Anda juga memiliki riwayat penyakit ini.

Risiko diturunkan: Jika ada salah satu orang tua dengan diabetes tipe 2, risiko penyakit itu diturunkan sebesar 15 persen. Tetapi jika kedua orang tua memiliki kondisi tersebut, risiko penyakit itu diturunkan kepada anak mereka sebesar 75 persen. Namun, faktor lain seperti kegemukan, malas olahraga dan makan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko.

4. Arthritis (radang sendi)

Osteoarthritis adalah jenis penyakit sendi yang disebabkan oleh keausan sendi dan merupakan salah satu dari keluarga besar penyakit arthritis yang paling sering terjadi. Penyakit ini mempengaruhi sekitar 80 persen orang pada suatu waktu dalam kehidupan mereka.

Risiko diturunkan: Banyak masyarakat yang menganggap kalau osteoartritis adalah penyakit yang diturunkan.

5. Kanker payudara dan ovarium

Kanker payudara adalah kanker paling umum yang diderita kaum perempuan. Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu penyakit penyebab terbesar kematian pada wanita. Sedangkan kanker ovarium dikenal dengan "silent killer", menduduki peringkat ke-lima sebagai penyebab kematian pada wanita akibat kanker.

Risiko diturunkan: Menurut penelitian sementara 90 persen kasus tidak diwariskan. Hanya 5-10 persen kanker payudara disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dari satu ibu atau ayah.

6. Parkinson

Penyakit parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Pada banyak penderita, pada mulanya parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat. Penyakit ini cenderung diturunkan, walau terkadang faktor genetik tidak memegang peran utama.
READ MORE - Penyakit Keturunan, Penyakit Warisan Orang Tua

Beragam Cara Atasi Jerawat


Jerawat di wajah memang sangat menyebalkan, karena itu, rajin-rajinlah membersihkan wajah. Selain menjaga kebersihan, asupan makanan juga harus diperhatikan, karena beberapa jenis makanan berlemak tinggi dapat memicu timbulnya jerawat.

Namun bila segala usaha telah dilakukan namun jerawat masih saja nekat mampir, jangan berdiam diri, segera atasi agar wajah mulus kembali.

Anda juga pasti merasa gerah karena seringkali, jerawat sudah hilang, namun bekas-bekasnya masih juga menghiasi wajah. Jangan khawatir, ada beberapa cara alami yang bisa Anda pilih.

1. Cuci muka dengan air seduhan daun sirih, 2-3 kali sehari. Fungsinya untuk mematikan bakteri jerawat.

2. Bersihkan wajah dengan ekstrak belimbing wuluh yang dicampur sedikit air garam. Belimbing wuluh ini sangat baik sebagai antiradang dan astrigen untuk mengecilkan pori-pori yang membesar karena bekas jerawat.

3. Uapi wajah dengan seduhan air teh.

4. Olesi flek bekas jerawat dengan serbuk batang kayu manis yang dicampur dengan madu. Lakukan pada malam hari, kemudian bersihkan pada pagi harinya.

5. Ambil sedikit madu asli lalu panaskan hingga mendidih. Diamkan sampai suam-suam kuku lalu oleskan pada bekas jerawat, diamkan selama 1 jam. Lakukan setiap malam sebelum tidur.

6. Jangan pernah menyentuh jerawat dengan tangan yang kotor, apalagi memencetnya. Ini sedikit banyak dapat mengurangi bekas luka karena jerawat.
READ MORE - Beragam Cara Atasi Jerawat